Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-09 12:33:16【Tempat Makan】804 orang sudah membaca
PerkenalanAnggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka berkunjung ke Pabrik Gula (PG) Gempolkrep di Kab

Perjuangan kita bukan hanya untuk swasembada gula tapi juga Save Molases Nasional. Mari kita dukung Presiden Prabowo yang sangat memperhatikan keberlangsungan industri gula Indonesia,
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong kemandirian industri gula nasional dari hulu ke hilir demi mewujudkan swasembada gula serta Save Molases Nasional.
"Perjuangan kita bukan hanya untuk swasembada gula tapi juga Save Molases Nasional. Mari kita dukung Presiden Prabowo yang sangat memperhatikan keberlangsungan industri gula Indonesia," kata Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka di Surabaya, Senin.
Save Molases Nasional sendiri merupakan sebuah target baru pemerintah Indonesia untuk mengamankan dan mengoptimalkan pemanfaatan molases atau tetes tebu secara nasional khususnya dalam konteks industri gula dan ketahanan pangan.
Menurut Rieke, langkah pemerintah sudah cepat dalam merespons persoalan penyerapan gula petani yang sebelumnya terdapat sekitar 100 ribu ton gula petani yang belum terserap.
Baca juga: ESDM gandeng industri singkong hingga tebu genjot produksi etanol
Persoalan itu, kata dia, telah teratasi melalui koordinasi lintas kementerian serta DPR RI dan dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan pimpinan Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto akhirnya berkomunikasi dengan berbagai pihak hingga keluar anggaran dari kas negara sebanyak Rp1,5 triliun.
Anggaran tersebut digunakan untuk menugaskan dua pabrik gula BUMN yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk menyerap gula petani yang belum tertampung.
Ngak hanya itu, upaya diperkuat dengan kebijakan pemerintah yang telah menghapus Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen terhadap penjualan gula petani sehingga meningkatkan daya saing dan menunjukkan keberpihakan terhadap produksi dalam negeri.
Baca juga: SGN: Harga gula Rp14.500 per kilogram jaga keberlanjutan petani tebu
Selain menyoroti aspek hilir gula, Rieke juga menegaskan pentingnya pengembangan produk turunan tebu salah satunya molases atau tetes tebu yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ia menyebutkan, molases berpotensi menjadi bahan baku penting bagi industri makanan, farmasi, kosmetik, dan energi baru terbarukan khususnya etanol.
“Karena pada 2027 kita akan menuju program E10,” kata Rieke.
Baca juga: Komisi VI DPR dan SGN pantau kesiapan industri bioenergi di Mojokerto
Suka(8)
Artikel Terkait
- Korban kebakaran di Matraman masih mengungsi di tenda darurat
- BGN apresiasi 31 SPPG di Lebak layani MBG aman dan ngak ada keracunan
- Pemkot Madiun minta setiap SPPG miliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
- Kemensetneg himpun masukan terkait pelaksanaan MBG di Manokwari
- Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar
- Kemenkes gelar program PENARI 27 Oktober 2025 secara serenngak
- Bea Cukai perketat pengawasan cegah masuknya durian ilegal Malaysia
- BPOM berikan penjelasan ke FDA AS, pastikan keamanan produk ekspor RI
- Potret pembuat gelato Italia yang mengejar impian di Shanghai
- Polresta Bandara Soetta pastikan dapur MBG Polri teruji sesuai SOP
Resep Populer
Rekomendasi

BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam

PBB: Dana kemanusiaan global 2025 baru terpenuhi 21 persen

BGN Pasaman Barat apresiasi SPPG yang mulai bagikan MBG

Wakil Kepala BGN: Program MBG ngak boleh berorientasi bisnis

11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan

SPPG Tambak Boyo OKU Timur mulai beroperasi layani 3.185 siswa

Pemkab Bangka Barat resmikan dapur SPPG Mentok

Pemkot Bogor gencarkan Aksi Bergizi di sekolah tanamkan hidup sehat